KEK Sanur, Destinasi Wisata Kesehatan Berkelas Dunia

Rabu (25 Juni 2025) menandai kemajuan dalam dunia kepariwisataan dan layanan Kesehatan di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto pada Rabu pagi tanggal yang sama meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali. Sehingga dengan peresmian tersebut, Bali kini memiliki wajah baru dalam peta pariwisata nasional dan internasional. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK Sanur tentunya hadir sebagai flagship project pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar internasional dengan sektor pariwisata berbasis wellness yang dikembangkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), melalui anak perusahaannya Injourney Hospitality (PT Hotel Indonesia Natour). Kawasan ini menjadi model ekosistem pariwisata yang holistik : menyatukan pelayanan medis, pemulihan fisik dan spiritual, serta infrastruktur pendukung berkelas dunia dalam satu destinasi terpadu.

Fasilitas unggulan KEK Sanur adalah Bali International Hospital, rumah sakit modern yang mengusung teknologi medis terkini, memiliki layanan spesialis seperti kardiologi, neurologi, onkologi, orthopedi, gastrologi & hepatologi, serta layanan khusus untuk perempuan. Kehadiran Rumah Sakit yang sudah mulai beroperasi pada April 2025 ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di luar negeri.

Menambah kekuatan sektor layanan kesehatan, telah dibangun juga dua fasilitas khusus yang menjadi Center of Excellence. Alster Lake Clinic, hasil kerja sama dengan tenaga medis dan teknologi dari Jerman, menawarkan layanan terapi sel untuk reverse aging, pencegahan penyakit, dan terapi komplementer untuk kondisi kronis. Sementara itu, Bluecross Medika Internasional menjadi pusat dari berbagai klinik estetika medis internasional yang melayani bedah plastik, transplantasi rambut, dan terapi stem-cell untuk anti-aging.

Zona Wellness dan Keseimbangan Holistik

Melengkapi layanan kesehatan modern, KEK Sanur juga menghadirkan zona wellness Ethnobotanical Garden seluas 5,1 hektar yang memadukan alam dan budaya untuk penyembuhan fisik sekaligus jiwa. Di zona ini, tersedia berbagai macam tanaman herbal khas Indonesia, amphitheater terbuka yang ideal untuk yoga, fasilitas spa indoor maupun outdoor yang menyatu dengan lanskap tropis, serta restoran sehat berbahan organik.

Salah satu area yang menjadi daya tarik utama adalah “kolam penyucian” untuk ritual Melukat, pembersihan diri secara spiritual dengan air suci (tirta) dalam tradisi Bali. Ritual ini dipercaya mampu membersihkan energi negatif dan menenangkan pikiran.

Kehadiran unsur budaya lokal ini memperkuat keunikan kawasan sebagai destinasi healing yang autentik dan mampu memperkaya pengalaman spiritual dan emosional para wisatawan terutama pelancong internasional.

Infrastruktur Pariwisata dan MICE

Sebagai kawasan pariwisata terpadu, KEK Sanur dilengkapi dengan infrastruktur pendukung untuk akomodasi dan kegiatan berskala besar yaitu  hotel The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel The Heritage Collection. Keduanya telah menjalani renovasi besar besaran untuk melayani kebutuhan wisata medis maupun pelancong umum. Sementara itu, kehadiran Bali Beach Convention Center, aula multifungsi seluas 3.750 meter persegi berkapasitas hingga 5.000 orang, dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan MICE, pelatihan professional yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan nasional dan bahkan forum internasional.

Kawasan seluas 42 hektar ini menjadi tonggak penting bagi transformasi industri pariwisata Indonesia menuju sektor yang berdaya saing global. Dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp10 Triliun dan proyeksi serapan tenaga kerja hingga 43.000 orang, KEK Sanur tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur tetapi juga komitmen jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dunia dan tentu saja mendatangkan devisa bagi pendapatan negara. ***

Post Comment