Kutukan Marc Marquez

Kutukan Marc Marquez

Pembalap asal Spanyol Marc Marquez boleh saja merajai lintasan balap di Sepang, Cataluna, Philip Island dan bahkan belahan dunia lain. Namun jika di Mandalika, Marquez kehilangan tuahnya. Si Baby Alien bahkan sejak pertama kali Balapan MotoGP Mandalika digelar dari tahun 2022 hingga 2024 belum pernah sekalipun merasakan gemuruhnya podium Mandalika. Bahkan Marquez belum sekalipun mampu menyentuh garis finish di lintasan balap yang berada di pinggir pantai tersebut. 

Tahun 2022, Marquez gagal ikut balapan karena terjatuh pada saat babak Qualifikasi dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di negaranya. Tahun 2023, nasib sial kami menghampirinya karena terjatuh di tikungan ke 13 pada Lap Kedelapan saat ses balapan utama. 

Puncaknya di tahun 2024, Marquez mengalami nasib sial ketika motor Ducati yang ditungganginya terbakar di lap ke sebelas yang memaksanya tidak bisa melanjutkan balapan dan harus kembali ke Paddock. 

Tahun 2022, saat pertama kali MotoGP Mandalika digelar di Mandalika Street Circuit, Marquez tidak pernah mencapai finish sekalipun. Sirkuit ini sempat disebut menjadi “kuburan” bagio pembalap besar karena karakteristiknya yang berbeda dengan sirkuit lain.

Legenda hidup MogtoGP Mick Doohan dan Valentino “The Doctor” Rossi memuji Sirkuit Mandalika sebagai sirkuit terbaik. Rossi memuji Mandalika ketika melakukan eksebishi pada Desember lalu dengan memakai motor Yamaha andalannya.

Aspal di Sirkuit Mandalika juga bukan sembarangan aspal. Bahan baku aspal yang dipakai untuk sirkuit terbaru MotoGP itu didatangkan khusus dari Jerman dan dimixing dalam pengawasan ketat DORNA dan FIM selaku otoritas penyelenggara MotoGP dan Federasi Otomotif Internasional.

Namun, keluhan pembalap tentu tidak boleh diabaikan. Sebab jika dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi citra penyelenggara. Awalnya pihak panitia menggunakan aspal khusus dan sudah melalui sertifikasi dari otoritas pengelola MotoGP. Akan tetapi, keluhan pembalap tentu tidak boleh dibiarkan. DORNA dan FIM yang mendengarkan keluhan pembalap tersebut langsung melakukan inspeksi dan pemeriksaan ke titik yang disebut para Riders.

Mic Doohan: “MotoGP Mandalika itu Wisata Balap”

Mic Doohan: “MotoGP Mandalika itu Wisata Balap”

Sambil berkelakar, legenda balap MotoGP di tahun 90-an Michael “Mick” Doohan pernah mengungkapkan kekhawatirannya terkait Sirkuit Mandalika bahwa sirkuit MotoGP terbaru itu bukanlah untuk ajang balap motor bagi para Riders yang tengah berjuang menggapai podium dan meraih predikat sebagai juara dunia.

Doohan yang berturut turut merengkuh gelar juara dunia sepanjang tahun 1994 hingga 1998 di kelas 500cc yang kini dikenal dengan nama MotoGP menyebut lokasi Sirkuit

Mandalika sebagai lokasi terbaik dan sangat indah. Banyak pembalap menghabiskan waktu menikmati suasana dan bermain di Pantai Kuta Mandalika sebelum dan sesudah sesi latihan. Pembalap seperti Jorge Martin, Alex Espargaro, Peco Bagnaia dan bahkan Si Baby Alien Marc Marquez menikmati wisata di Mandalika dengan bebas dan santai.

Mick Doohan sebenarnya sudah memprediksi dan memperingatkan pembalap untuk membedakan mana tugas profesional sebagai pembalap kelas dunia dengan kesenangan menikmati keindahan alam. Doohan menilai, Sirkuit Mandalika memiliki wajah cukup fantastis dari sisi kepariwisataan.

Makanya Juara Dunia yang pernah merajai Sirkuit Sentul di tahun 1996 lalu tersebut mewanti wanti pembalap untuk tetap menjaga konsentrasi selama berada di Kuta Mandalika. Sirkuit Mandalika terletak di pinggir pantai Kuta Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Sehingga lokasi yang dekat dengan pantai dan itu tidaklah mengherankan jika seluruh pembalap menyempatkan diri berwisata ke pantai disela-sela latihan menjelang pelaksanaan balapan. Mandalika bukan hanya balapan, seperti kata Mic Doohan, Mandalika juga adalah budaya dan obyek wisata. Jika tidak sedang berlomba, berwisatalah, sebab keduanya tersaji di Kuta Mandalika secara bersamaan.***

Efek MotoGP Mandalika, UMKM Lokal Meraih Untung Besar

Efek MotoGP Mandalika, UMKM Lokal Meraih Untung Besar

Foto: google (www.suarapemerintah.id)

Sejak digelar pertama kali pada tahun 2022 silam, perlombaan balap motor MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Mandalika, Lombok Tengah telah mencatatkan berbagai keberhasilan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan iven internasional itu adalah bertumbuh kembangnya UMKM lokal di kawasan yang menjadi sektor wisata dan olahraga unggulan tersebut. 

Salah seorang pelaku bisnis UMKM Lokal di Mandalika, Syahdan pemilik usaha yang menjual Sandwich dan Burger di Kawasan Bazaar Mandalika mengakui sejak diaktifkannya pusat kuliner di area sirkuit Mandalika, ia telah berhasil menjual dagangannya dengan hasil yang signifikan. 

“Di hari biasa, bisa menghabiskan 200 sampai 300 paket, tapi kalau musim balapan apalagi ajang MotoGP bisa laku sampai 700-1000 paket karena banyak pengunjung yang datang ke Bazaar Mandalika untuk makan malam dan berkumpul,” ujarnya. 

Selain Syahdan, ada juga Adhamsyah, pemilik Circuit Sport Bar, Grill & Resto yang mengatakan, rumah makannya terletak di lokasi yang berdekatan dengan sirkuit selalu dipadati puluhan wisatawan seiring digelarnya ajang balap motor Pertamina Grand Prix of Indonesia tersebut. Biasanya, para wisatawan itu ingin menikmati makanan dan minuman di sela-sela aktivitas mereka di area sirkuit.

”Kalau sudah menjelang ajang MotoGP Indonesia, teman-teman turis mulai berdatangan, kumpul di sini. Mereka yang nanti ingin menonton di sirkuit juga meeting point-nya di sini,” ungkap Adhamsyah. 

Harus diakui, sejak Sirkuit Mandalika dibangun dan mulai beroperasi sejak 2021 silam. angka kunjungan wisatawan asing ke Lombok Tengah mengalami peningkatan. Dari sisi ini, penyelenggaraan MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran ribuan orang meningkatkan omzet bisnis dan pendapatan mereka.

Sejak ada MotoGP, pendapatan restoran meningkat hingga 80 persen. Masyarakat penggiat UMKM Lokal mengapresiasi langkah pemerintah yang menghadirkan pagelaran level dunia tersebut dan berharap dapat dilanjutkan dan ditingkatkan. 

“Buat kami di sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ajang internasional seperti ini sangat dibutuhkan. Maka itu, Pertamina sangat luar biasa bisa membawa gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia ke Pulau Lombok,” tutur Adhamsyah.

Di Bazaar Mandalika, terdapat ratusan kios UMKM yang menjual berbagai kuliner dan souvenir khas lokal. Selain Adhamsyah dan Syahdan, pengusaha souvenir Sayuk Wibawati juga mengakui dampak langsung keberaan Sirkuit Mandalika tersebut. 

Sayuk Wibawati yang mengelola UMKM oleh-oleh khas Lombok, menceritakan dampak positif dari pembangunan KEK Mandalika. Usahanya yang memproduksi manik manik dan souvenir serta kue kering berbahan biji-bijian khas Lombok ini mengalami peningkatan pendapatan dan produknya dikenal luas di dalam maupun luar negeri. Padahal, sebelum KEK Mandalika dibangun, usahanya sempat terpuruk akibat gempa bumi 2018 dan pandemi COVID-19. 

Titik balik terjadi saat WSBK dan MotoGP pertama kali digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit. “Saat MotoGP, omzet mencapai lima ratus juta rupiah selama event itu digelar. Nah sejak saat itu usaha saya terus meningkat dan produk kami semakin dikenal sebagai oleh-oleh khas Lombok,” ungkap Sayuk. 

Baik pedagang makanan dan souvenir mengatakan bahwa manfaat gelaran internasional itu sangat dirasakan dan membawa keuntungan. 

”Biasanya, kami mendapatkan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per hari, tetapi hari H-3 menjelang gelaran balap, omzet usaha kami bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per hari hingga hari H+3. Luar biasa memang dampak yang ditimbulkan oleh MotoGP Indonesia,” ucap Ria salah seorang pedagang souvenir di Desa Kuta Mandalika.