Semen Padang Kalah Lagi

Semen Padang Kalah Lagi

PS Semen Padang (SemenPadangFC) kembali menelan kekalahan. Setelah dijungkalkan Persib Bandung di Stadion Haji Agus Salim Padang pekan lalu, kali ini di Stadion Manahan Solo, Semen Padang harus kembali ke Indarung dengan kepala tertunduk.

Kalah di Kandang melawan Tim Calon Juara Liga dan bertabur Bintang, rasanya tidak sesakit “digampar” tim papan bawah penghuni zona degradasi seperti Persis Solo yang juga sedang ngos ngos-an berjuang agar tidak turun kasta ke Divisi Dua PSSI tahun depan.

Penampilan “boak-boak-an” anak anak Bukit Karang Putih itu kembali terjadi. Jika sedang “main” mereka seperti sedang bertarung sebenar benar bertarung, namun ketika sedang kusut, entah apa mau disebut.

Berbagai cara sudah dilakukan oleh pengurus Semen Padang FC. Mulai dari mengganti pelatih sampai membuang pemain yang dianggap menjadi beban karena tak kunjung berkontribusi kepada tim. Segala akal, segala jurus dan segala jimat sudah dikeluarkan untuk membuat tim sepakbola kebanggaan kami di Ranah Minang itu bertahan di liga dan bermain meraih kemenangan. Akan tetapi ndak dpat akal kita lagi, entah apa mau disebut. Kalah lagi kalah lagi.

Jika Semen Padang kembali ke Divisi Dua musim depan, maka tidak ada tim perwakilan Sumatera di Pentas Liga Satu. Persiraja, PSMS, PSPS, Medan Jaya, PSP Padang, SriwijayaFC sudah berkumpul semua di liga bawah, malah PSP Padang yang sempat dibela Suhatman Imam dan nama nama beken di pantas seopakbola nasional kini hanya main di Liga Tiga. Jikalah nanti memang harus turun, maka Sumatera tidak punya wakil di Liga Satu. Ibakita***

Pak Trump dan Kebiasaan “Ba uru uru” di Medsosnya

Pak Trump dan Kebiasaan “Ba uru uru” di Medsosnya

Presiden Amerika Serikat ke 45 dan 47 ini memang agak gimanaa gitu. Sejak menjabat tahun 2017 hingga 2021 lalu dan kembali ke tampuk kepemimpinan di US setelah sempat ditelikung oleh kompetitornya dari Partai Demokrat tahun 2025, Trump tidak pernah sepi dari pemberitaan. Tercatat puluhan bahkan diperkirakan hingga ratusan berita media internasional yang memberitakan kontroversi pria berambut pirang satu ini.

Ia adalah Presiden USA pertama yang melakukan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara baik di zona non militer/konflik (Demilitarized Zone) maupun di Sentosa Island Singapura pada tahun 2018 silam. Trump tidak berhenti membuat gebrakan. Pada saat “sempat diusir rakyat AS dari Ruang Oval” tahun 2022, Ia ditangkap aparat keamanan federal dengan berbagai tuduhan termasuk sangkaan keterlibatan dalam kasus suap. Namun dasar Trump, dia balik menuding bahwa berbagai aksi itu dilakukan untuk menjegal agar Ia kembali berlaga di Pilpres.

Trump juga dikenal sebagai Presiden AS yang getol bermain sosial media. Ia aktif memposting pendapatnya melalui akun twitter pribadinya @realDonaldTrump. Bahkan otoritas Twitter yang kini menjadi “X” sempat membekukan sementara akun Twitter Trump dengan alasan “Tidak Etis”.

Kini, Trump tidak lagi menggunakan “X” untuk menyampaikan pendapat kontroversialnya. Entah karena pecah kongsi dengan Elon Musk (Penguasa baru “X”) atau lainnya, Trump aktif menggunakan TheTruthSocial. TheTruthSocial sendiri merupakan platform sosial media baru selain Thread dan lainnya. Melalui akun socmednya inilah Trump meracau ndak karu karuan. Ia menyerang Presiden Perancis Emmanuel Macron, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Saya berharap seseorang di Gedung Putih bisa menasehati Trump untuk tidak lagi “ba uru uru” di sosial media. Sebab akan lebih baik dia menyelesaikan konflik antara negaranya dengan Iran dan melanjutkan gencatan senjata selama dua pekan dengan menggelar dialog yang positif bersama Iran yang dicomblangi oleh Pakistan daripada sibuk “mararau” di sosial media.

Saya jadi teringat dengan lagu El Pamas yang judulnya Pak Tua. Pak Trump sudah terlalu lelah mengurus dunia yang bising ini. Alih alih menenangkan dan bijak, eh dia malah yang menjadi sumber masalahnya. Mati Den…



Sepiring Nasi Goreng untuk Presiden

Sepiring Nasi Goreng untuk Presiden

Wajah relawan yang mengawal dapur umum di lokasi penampungan korban musibah banjir dan galodo di Nagari Salareh Aia Kabupaten Agam sumringah tidak terkira. Sejak pagi, sebelum matahari muncul dan ayam jantan berkokok, Amai amai di nagari yang menjadi daerah terdampak paling parah di Sumbar itu sudah menunggu kedatangan Presiden Prabowo ke nagari mereka. Yang akan mereka sampaikan kepada Presiden bukan hanya duka dan nestapa sebagai korban, namun juga masakan terenak untuk Sang Kepala Negara – Nasi Goreng.  

Nasi Goreng memang kesukaan Prabowo. Prabowo menikmati nasi sepiring nasi goreng yang disodorkan kepadanya. “Ini enak, tidakq1asin” jawabnya ketika Menhan Sjafrie Syamsudin menanyakan rasa nasi goreng yang dimakannya. Selain Menhan, pejabat negara yang ikut makan nasi goreng bersama Prabowo adalah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanyo, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya dan Anggota DPR RI Andre Rosiade. 

Sambil berkelakar Presiden menegaskan komitmen Pemerintah untuk masyarakat terdampak banjir. Negara akan selalu hadir dan memberikan yang terbaik.  

Awalnya, dari lokasi penginapan di Padang, Presiden Prabowo dan rombongan terbang menggunakan Helikopter Kepresidenan menuju Palembayan di Kabupaten Agam pada pagi hari. Agenda pertama Kepala Negara adalah mengunjungi pos Tanggap Darurat yang sudah berlangsung selama dua pekan. 

Di lokasi pengungsian dan penampungan sementara, RI-1 menerima penjelasan dari Kepala BNPB Letjend Suharyanto dan Bupati Agam Benny Warlis. Pun di sana, keluarlah taklimat Kepala Negara, Rumah hunian sementara bagi korban musibah sudah harus selesai dalam waktu satu bulan. 

Waktu tiga puluh hari yang diberikan Presiden kepada BNPB bukanlah waktu yang singkat, namun juga bukan waktu yang lama. Presiden menegaskan dengan kalimat pendek, “Anda tidak sendiri”. Kalimat inilah yang menjadi penawar duka bagi warga. Mereka merasakan kehadiran negara dan kesiap siagaan serta kepedulian pemerintah disaat musibah melanda. 

Titah Presiden bahwa hunian sementara sudah harus selesai dalam waktu tiga puluh hari dan penegasan bahwa “Negara Hadir” tidak boleh berhenti di sana. Semua pihak di lapangan sudah harus menindaklanjuti dengan segera. Sudah lama korban hidup di tenda pengungsian. Ini tidak semestinya diteruskan. 

Warga harus hidup normal dan beraktifitas meski di lokasi sementara. Hidup di tenda dan bercampur baur tentu tidak sehat dan tidak nyaman. Kaum perempuan dan laki laki dewasa tentu akan risih, pun anak anak akan merasa terganggu belajarnya. Oleh karena itu, kalimat Presiden yang disampaikan di hadapan warga dan didengar semua pejabat pemerintah adalah sebuah titah dan perintah tegas. Laksanakan, tidak ada tawar menawar. 

Semua pihak dari atas sampai ke bawah, Pemerintah Pusat, Kementerian Pekerjaan Umum, BUMN, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten serta lembaga terkait harus bekerja keras menyukseskan perintah ini. Koordinasi dan komunikasi antar lembaga terkait harus berjalan baik. Ini kerja masal, ini kerja bersama dan harus bekerjasama. Sebab sekali lagi, ini Perintah Presiden. 

BNPB merencanakan akan membangun Huntara secara bertahap di beberapa kabupaten yang terkena musibah banjir dan longsor. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan hunian sementara akan difokuskan di Jorong Taratak Teleng Nagari Pulik Pulik. 

Progres paling cepat dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah sampai pada tahap pembersihan lahan seluas 4.700 meter persegi guna peruntukan 75 KK. 

Ratusan personel TNI dari Batalyon Zeni Tempur, Batalyon 131 dan Kodim ikut ditugaskan untuk mempercepat pembangunan Huntara dimaksud.

Bincang Santai Dengan Yogi Ramon Setiawan

Siapa yang tidak mengenal Andre Rosiade ?, Politisi, Pengusaha, Mantan Aktifis Mahasiswa dan juga filantropis. Andre menjadi Anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Barat I selama dua periode sejak 2019 sampai kini.

Andre menjadi anggota Komisi VI hingga kini. Malah pada periode 2024 – 2029, Pria kelahiran Padang tahun 1979 itu, diberi amanah menjadi Wakil Ketua Komisi dari Fraksi Partai Gerindra. “Lakek Tangan” Andre tidak usah diragukan. Ia membuktikan bahwa anggota DPR bukan hanya terima honor dari negara setiap bulan lalu datang rapat dan duduk duduk mendengar. AR begitu pria dengan empat orang anak ini dipanggil memberikan hidupnya untuk masyarakat Sumbar (bukan saja warga di dapilnya).

Andre bahkan menetapkan standar baru akuntabilitas bagi anggota DPR RI. Ia memberi standar tinggi pada sisi itu. Mau bukti ?, silahkan tanya warga masyarakat Sumbar.

Salam hormat.

“Kantong Asoy” a.k.a Kantong Kresek

“Kantong Asoy” a.k.a Kantong Kresek

Jika kita boleh mengibaratkan kehidupan, mungkin aku sepakat dengan seorang teman yang mengatakan bahwa hidup tidak ubahnya seperti sebuah kantong “asoy” kresek. Isinya macam macam, ada sayur, ada beras, ada ikan, ada cabe giling bahkan uang sisa pembelian sesuatu di pasar raya sana.

Begitu kompleksnya isi kantong kresek, namun ia sangatlah berguna dan serba guna. Berbagai inovasi kreatif dibuat oleh anak cucu Adam dengan memodifikasi bentuk, warna, alur lipatan kantong kresek, namun tetap saja tidak mampu merubah fungsi kantong sebagai tempat segala hal.

Seperti kita (baca manusia) diri kita adalah kantong kresek itu. Meski kita merubah tampilan seperti apapun, tetap saja kita adalah tempat membawa segala macam benda.

Seorang kawan pernah mengatakan bahwa hidup harus diatur sedemikian rupa agar dapat berjalan dengan baik. Ingat ini, pikiranku jadi melayang ke bertahun dimasa lalu ketika menemani ibu belanja kebutuhan harian di sebuah pasar tradisional yang tidak jauh dari rumah.

Ibu selalu menempatkan sayur, cabe, ikan, bumbu dan segala sesuatau di dalam kantong dengan teratur. Tidak ada yang salah tempat, ikan selalu beroleh kehormatan berada di bagian atas, sayur selalu di pinggir dalam posisi daun berada di atas, lalu sekalian bumbu berada di bagian bawa serta telur yang harus terpisah dan menjadi raja dijinjing tersendiri. Seringkali aku melihat ibu berhenti sejenak untuk kembali melihat isi kantongnya, mungkin masih ada barang-barang yang belum terbeli padahal sangat dibutuhkan.

Hidup juga begitu. semua harus direncanakan, diatur, dan dievaluasi secara terus menerus. Yang baik kita lanjutkan dan yang buruk musti ditinggalkan. Hal-hal yang memberatkan perjalanan hidup harus kita tinggalkan. Rasanya saatnya bagiku untuk menata ulang kembali hidupku. Momentumnya ada. So mari melanjutkan perjalanan. ***

Kawa dan Tradisi

Kawa dan Tradisi

Kawa (Minuman khas nagari di Minangkabau) bukan sekedar bekal atau minuman semata. Kawa adalah tradisi yang kini kian memudar dari keseharian. Meski masyarakat masih menyebut kata “Kawa” dalam keseharian, namun tidak semua orang yang memakai diksi ini. Palingan hanya sebagian dan di daerah tertentu. Padahal kata “Kawa” adalah istilah yang kini jamak dipakai kaum Milenial dan GenZ untuk mengajak koleganya menikmati kopi.

Kalimat “Pai minum Kawa awak nah” kini menjadi “Ngupi yuk Gaes”. Terdengar asing, namun sering. Alangkah lebih baik jika kita kembali ke nuansa awal. Mengabadikan diksi diksi asli daerah kita yang hampir terlupakan dan punah.

Seorang teman asli Manado pernah membuat kamus kata kata asli Manado. Begitupun di Jawa dan Aceh serta daerah lainnya seperti Banjar dan Dayak Iban di Kalimantan Barat. Saya mengajak segenap keluarga besar Magek Saondoh untuk mengaktifkan kembali serta melestarikan kata kata asli dalam bahasa Minang khususnya Magek dalam keseharian kita.

Tradisi ma antaan Kawa ke sawah bagi kaum lelaki yang tengah bekerja sama (Goro) di Sawah bisa juga adalah tradisi yang harus kita jaga. Semangat kegotong royongan ini harus dipertahankan agar tidak punah oleh kemajuan zaman. Semoga ma antaan Kawa dan Bakawa terus terpelihara dan menjadi kebaikan bagi kita semua. Aamiin

Salam hormat

Ahmad Albar; Pendiri God Bless yang Tersisa

Ahmad Albar; Pendiri God Bless yang Tersisa

Sejarah music rock di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari nama nama seperti Ian Antono, Soman Lubis, Arthur Kaunang, Ucok Harahap, Ian Antono, Teddy Sudjawa, Benny Soebardja dan bahkan sang legenda promotor nyentrik Ong Oen Log yang kemudian kita kenal dengan nama besar Log Zhelebour.

Akan tetapi, nama besar mereka bahkan sampai ke generasi Nicky Astria, Ikang Fawzi dan Anggun C Sasmi tidak akan berarti apa apa tanpa ditunjang oleh salah satu legenda yang kemarin baru saja menghembuskan nafas terakhir yaitu Gideon Onda Patta Gagola (Donny Fattah).

Bersama Ludwig Lemans dan Ahmad Albar yang baru “mudik” dari Belanda di awal tahun 70-an, Donny membentuk Crazy Wheels yang menjadi cikal bakal band rock terkenal dan menjadi legenda hidup sampai saat ini – God Bless.

Persahabaan Ian Antono, Ahmad Albar dan Donny teruji dan tercatat dalam lembar demi lembar sejarah music rock Indonesia besama God Bless. Berbeda dengan Ian yang sempat vakum dari God Bless, Donny dan Iyek (panggilan Ahmad Albar) adalah dua penjaga sejarah group tersebut. Keduanya tidak pernah sekalipun meninggalkan “berkah Tuhan” tersebut, meski di awal awal berdirinya sudah ditinggal oleh Fuad Hasan dan Soman Lubis yang tewas akibat kecelakaan bermotor dan kepergian Ludwig Lemans yang kembali ke Belanda bahkan Jockie yang sempat keluar masuk mengisi pos pemain Keyboard.

Donny, Ahmad Albar dan Ian Antono adalah nyawa God Bless. Kini dengan kepergian Donny akibat komplikasi penyakit, God Bless asli tersisa hanya Ahmad Albar dan tentu saja Sang Maestro Ian Antono. Memang sejak lama posisi Donny di pos pemain Bass sudah diisi oleh Arya Setyadi.

Lagu Musisi; Musik yang melampaui Zaman

Donny Fattah bukan tidak lagi naik panggung karena menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit yang dialaminya sejak beberapa tahun terakhir. Ia sesekali masih tampil bersama God Bless. Terakhir saat Konser 50 Tahun God Bless, Donny sempat tampil ke atas panggung guna mengisi part bass pada lagu Musisi yang terkenal.

Lagu Musisi sendiri menjadi lagu terbaik sepanjang sejarah musik rock Indonesia, dan Donny Fattah menjadi pembuka pada lagu itu dengan mengisi part pertama. Bagi generasi Rock 80 dan 90-an, tentu hapal betul dengan bunyi suara bass Donny dipart awal.

Dua teman baik saya, Al Mukaroom Ustad Sintaa Oskar dan Danny Achtar menngungkapkan ketakjubannya atas lagu tersebut. Bayangkan, di tahun 80-an, musisi Indonesia sudah mampu membuat lagu sekeren itu, padahal saat itu, teknologi musik belum semaju saat ini.

Kemarin, Donny Fattah berpulang ke pangkuan Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Saya memutar Kembali lagu Musisi dan tentu saja lagu wajib “Huma Di atas Bukit”. Saya penggemar God Bless, saya berduka. Selamat jalan Om Donny, teruslah ke Surga. God Bless You.***

Makam Ibu

Makam Ibu

Ada dimana saya menemukan kedamaian selain duduk sendiri diatas sajadah seusai Shalat Isya pukul dua malam (sesuai kebiasaan) atau selepas shalat wajib lalu membiarkan pikiran melayang kemana saja menembus segala ruang pikiran dan halayalan. 

Saya berujar kepada seorang teman, “Kamu beruntung, di usiamu yang sudah setengah abad, kamu masih berkesempatan bertemu Ibu kandung yang melahirkanmu, sementara saya, sudah menjadi piatu sejak kecil”. Berat, tentu saja berat, namun Hidup harus terus berjalan dan dijalani. Maka ketika anak anak yang beruntung bisa berkesempatan meminta doa dan memohon agar ibunya memeluk dan mengusap kepalanya saya berada di ruang yang berbeda. Saya hanya bisa menangis memohon doa kepada arwah Ibu saya di makamnya agar diberi restu dan didoakan di alamnya agar perjalanan hidup dilancarkan. 

Salah satu tempat nyata yang saya sukai dan temukan ketenangan adalah di makam Ibu saya. Makam yang terletak di Nagari Sikucua Padang Pariaman itu jauh dari rumah tempat tinggal kami. Melewati hutan kecil dan mendaki bukit. Disana Ibu saya dimakamkan – di Pandam Perkuburan kaum kami Suku Piliang. 

Pekan lalu saya pulang ke kampung. Sebagaimana biasa, usai turun dari tangga pesawat, saya akan mencari angkutan sewa dan meminta diantar ke kampung hanya untuk satu tujuan; ke Makam Ibu saya. disana semua sesak dilepaskan, semua sakit diobati dan segala perih ditenangkan. Di Makam Ibu, saya bisa bercerita panjang lebar tentang apa yang saya alami di perantauan dan meminta restu melanjutkan perjalanan. Disana saya bisa menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya akan tersenyum bahagia menceritakan pencapaian saya dalam hidup yang menantang kerasnya pertarungan dunia. 

Pekan lalu, untuk kesekian kalinya saya menangis di nissan Ibu saya. Itulah tangisan anak kecil yang kehilangan penyangga hidupnya. tangisan anak kecil yang kehilangan ibunya.