Ber-JOUMPA di Bandara InJourney

Ber-JOUMPA di Bandara InJourney

InJourney Aviation Service (IAS) kini menghadirkan layanan baru bagi pengguna jasa bandara di Indonesia. Layanan ini dimaksudkan untuk memudahkan penumpang dalam melakukan aktiftas sebelum dan sesudah melakukan penerbangan dari dan ke tempat tujuan. Layanan baru itu Bernama JOUMPA.

JOUMPA sendiri merupakan layanan personal handling bagi pengguna bandara yang sudah dilakukan di banyak bandara di belahan dunia lain. PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) kemudian mengembangkan layanan serupa di seluruh bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia yang merupakan kompatriot IAS di jajaran anak Perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney)).

Layanan ini dirancang untuk memberikan layanan VIP yang memungkinkan penumpang untuk mengirimkan bagasi dari bandara tujuan ke kediaman penumpang atau ke tempat tujuan lainnya seperti hotel, kantor dan atau tempat lainnya.

JOUMPA sendiri adalah bagian dari transformasi layanan kebandarudaraan yang dikembangkan oleh InJourney melalui anak perusahaannya IAS. Dengan layanan yang cepat dan personal, para penumpang dan pengguna bandara akan menikmati kepraktisan dan kenyamanan dalam berpergian tanpa harus susah payah mengurus bagasi dan barang bawaan yang berat.

Untuk mengakses layanan JOUMPA, para pengguna jasa bandara juga akan dimudahkan dengan satu klik melalui aplikasi yang ada di gawai penumpang. Layanan ini teringtegrasi dengan layanan perbankan yang praktis, aman, dan terintegrasi. Penumpang cukup melakukan pemesanan layanan JOUMPA di bandara, kemudian bagasi akan ditangani secara profesional hingga tiba di tujuan dengan aman.

Manfaat yang didapat jika pengguna jasa bandara mengakses layanan ini adalah mendapatkan kenyamanan, efisiensi waktu, keamanan bagasi, fleksibilitas tujuan pengiriman dengan layanan premium.

Layanan ini cocok bagi pebisnis yang memiliki disiplin waktu ketat serta solusi ideal bagi wisatawan yang tidak mau terbebani dengan bagasi yang berat.

Layanan JOUMPA kini tersedia di tiga puluh tujuh bandara di Indonesia yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airport) yang mencakup hampir semua bandara besar dan menengah di dalam negeri.

Dengan yang terjangkau dan layanan berkualitas tinggi, pengguna jasa bandara disarankan untuk memanfaatkan layanan ini.  Para pengguna bisa mengakses layanan melalui website resmidi www.joumpa.com. (BOB)

Mic Doohan: “MotoGP Mandalika itu Wisata Balap”

Mic Doohan: “MotoGP Mandalika itu Wisata Balap”

Sambil berkelakar, legenda balap MotoGP di tahun 90-an Michael “Mick” Doohan pernah mengungkapkan kekhawatirannya terkait Sirkuit Mandalika bahwa sirkuit MotoGP terbaru itu bukanlah untuk ajang balap motor bagi para Riders yang tengah berjuang menggapai podium dan meraih predikat sebagai juara dunia.

Doohan yang berturut turut merengkuh gelar juara dunia sepanjang tahun 1994 hingga 1998 di kelas 500cc yang kini dikenal dengan nama MotoGP menyebut lokasi Sirkuit

Mandalika sebagai lokasi terbaik dan sangat indah. Banyak pembalap menghabiskan waktu menikmati suasana dan bermain di Pantai Kuta Mandalika sebelum dan sesudah sesi latihan. Pembalap seperti Jorge Martin, Alex Espargaro, Peco Bagnaia dan bahkan Si Baby Alien Marc Marquez menikmati wisata di Mandalika dengan bebas dan santai.

Mick Doohan sebenarnya sudah memprediksi dan memperingatkan pembalap untuk membedakan mana tugas profesional sebagai pembalap kelas dunia dengan kesenangan menikmati keindahan alam. Doohan menilai, Sirkuit Mandalika memiliki wajah cukup fantastis dari sisi kepariwisataan.

Makanya Juara Dunia yang pernah merajai Sirkuit Sentul di tahun 1996 lalu tersebut mewanti wanti pembalap untuk tetap menjaga konsentrasi selama berada di Kuta Mandalika. Sirkuit Mandalika terletak di pinggir pantai Kuta Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Sehingga lokasi yang dekat dengan pantai dan itu tidaklah mengherankan jika seluruh pembalap menyempatkan diri berwisata ke pantai disela-sela latihan menjelang pelaksanaan balapan. Mandalika bukan hanya balapan, seperti kata Mic Doohan, Mandalika juga adalah budaya dan obyek wisata. Jika tidak sedang berlomba, berwisatalah, sebab keduanya tersaji di Kuta Mandalika secara bersamaan.***

Efek MotoGP Mandalika, UMKM Lokal Meraih Untung Besar

Efek MotoGP Mandalika, UMKM Lokal Meraih Untung Besar

Foto: google (www.suarapemerintah.id)

Sejak digelar pertama kali pada tahun 2022 silam, perlombaan balap motor MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Mandalika, Lombok Tengah telah mencatatkan berbagai keberhasilan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan iven internasional itu adalah bertumbuh kembangnya UMKM lokal di kawasan yang menjadi sektor wisata dan olahraga unggulan tersebut. 

Salah seorang pelaku bisnis UMKM Lokal di Mandalika, Syahdan pemilik usaha yang menjual Sandwich dan Burger di Kawasan Bazaar Mandalika mengakui sejak diaktifkannya pusat kuliner di area sirkuit Mandalika, ia telah berhasil menjual dagangannya dengan hasil yang signifikan. 

“Di hari biasa, bisa menghabiskan 200 sampai 300 paket, tapi kalau musim balapan apalagi ajang MotoGP bisa laku sampai 700-1000 paket karena banyak pengunjung yang datang ke Bazaar Mandalika untuk makan malam dan berkumpul,” ujarnya. 

Selain Syahdan, ada juga Adhamsyah, pemilik Circuit Sport Bar, Grill & Resto yang mengatakan, rumah makannya terletak di lokasi yang berdekatan dengan sirkuit selalu dipadati puluhan wisatawan seiring digelarnya ajang balap motor Pertamina Grand Prix of Indonesia tersebut. Biasanya, para wisatawan itu ingin menikmati makanan dan minuman di sela-sela aktivitas mereka di area sirkuit.

”Kalau sudah menjelang ajang MotoGP Indonesia, teman-teman turis mulai berdatangan, kumpul di sini. Mereka yang nanti ingin menonton di sirkuit juga meeting point-nya di sini,” ungkap Adhamsyah. 

Harus diakui, sejak Sirkuit Mandalika dibangun dan mulai beroperasi sejak 2021 silam. angka kunjungan wisatawan asing ke Lombok Tengah mengalami peningkatan. Dari sisi ini, penyelenggaraan MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran ribuan orang meningkatkan omzet bisnis dan pendapatan mereka.

Sejak ada MotoGP, pendapatan restoran meningkat hingga 80 persen. Masyarakat penggiat UMKM Lokal mengapresiasi langkah pemerintah yang menghadirkan pagelaran level dunia tersebut dan berharap dapat dilanjutkan dan ditingkatkan. 

“Buat kami di sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ajang internasional seperti ini sangat dibutuhkan. Maka itu, Pertamina sangat luar biasa bisa membawa gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia ke Pulau Lombok,” tutur Adhamsyah.

Di Bazaar Mandalika, terdapat ratusan kios UMKM yang menjual berbagai kuliner dan souvenir khas lokal. Selain Adhamsyah dan Syahdan, pengusaha souvenir Sayuk Wibawati juga mengakui dampak langsung keberaan Sirkuit Mandalika tersebut. 

Sayuk Wibawati yang mengelola UMKM oleh-oleh khas Lombok, menceritakan dampak positif dari pembangunan KEK Mandalika. Usahanya yang memproduksi manik manik dan souvenir serta kue kering berbahan biji-bijian khas Lombok ini mengalami peningkatan pendapatan dan produknya dikenal luas di dalam maupun luar negeri. Padahal, sebelum KEK Mandalika dibangun, usahanya sempat terpuruk akibat gempa bumi 2018 dan pandemi COVID-19. 

Titik balik terjadi saat WSBK dan MotoGP pertama kali digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit. “Saat MotoGP, omzet mencapai lima ratus juta rupiah selama event itu digelar. Nah sejak saat itu usaha saya terus meningkat dan produk kami semakin dikenal sebagai oleh-oleh khas Lombok,” ungkap Sayuk. 

Baik pedagang makanan dan souvenir mengatakan bahwa manfaat gelaran internasional itu sangat dirasakan dan membawa keuntungan. 

”Biasanya, kami mendapatkan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per hari, tetapi hari H-3 menjelang gelaran balap, omzet usaha kami bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per hari hingga hari H+3. Luar biasa memang dampak yang ditimbulkan oleh MotoGP Indonesia,” ucap Ria salah seorang pedagang souvenir di Desa Kuta Mandalika. 

KEK Sanur, Destinasi Wisata Kesehatan Berkelas Dunia

KEK Sanur, Destinasi Wisata Kesehatan Berkelas Dunia

Rabu (25 Juni 2025) menandai kemajuan dalam dunia kepariwisataan dan layanan Kesehatan di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto pada Rabu pagi tanggal yang sama meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali. Sehingga dengan peresmian tersebut, Bali kini memiliki wajah baru dalam peta pariwisata nasional dan internasional. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK Sanur tentunya hadir sebagai flagship project pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar internasional dengan sektor pariwisata berbasis wellness yang dikembangkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), melalui anak perusahaannya Injourney Hospitality (PT Hotel Indonesia Natour). Kawasan ini menjadi model ekosistem pariwisata yang holistik : menyatukan pelayanan medis, pemulihan fisik dan spiritual, serta infrastruktur pendukung berkelas dunia dalam satu destinasi terpadu.

Fasilitas unggulan KEK Sanur adalah Bali International Hospital, rumah sakit modern yang mengusung teknologi medis terkini, memiliki layanan spesialis seperti kardiologi, neurologi, onkologi, orthopedi, gastrologi & hepatologi, serta layanan khusus untuk perempuan. Kehadiran Rumah Sakit yang sudah mulai beroperasi pada April 2025 ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di luar negeri.

Menambah kekuatan sektor layanan kesehatan, telah dibangun juga dua fasilitas khusus yang menjadi Center of Excellence. Alster Lake Clinic, hasil kerja sama dengan tenaga medis dan teknologi dari Jerman, menawarkan layanan terapi sel untuk reverse aging, pencegahan penyakit, dan terapi komplementer untuk kondisi kronis. Sementara itu, Bluecross Medika Internasional menjadi pusat dari berbagai klinik estetika medis internasional yang melayani bedah plastik, transplantasi rambut, dan terapi stem-cell untuk anti-aging.

Zona Wellness dan Keseimbangan Holistik

Melengkapi layanan kesehatan modern, KEK Sanur juga menghadirkan zona wellness Ethnobotanical Garden seluas 5,1 hektar yang memadukan alam dan budaya untuk penyembuhan fisik sekaligus jiwa. Di zona ini, tersedia berbagai macam tanaman herbal khas Indonesia, amphitheater terbuka yang ideal untuk yoga, fasilitas spa indoor maupun outdoor yang menyatu dengan lanskap tropis, serta restoran sehat berbahan organik.

Salah satu area yang menjadi daya tarik utama adalah “kolam penyucian” untuk ritual Melukat, pembersihan diri secara spiritual dengan air suci (tirta) dalam tradisi Bali. Ritual ini dipercaya mampu membersihkan energi negatif dan menenangkan pikiran.

Kehadiran unsur budaya lokal ini memperkuat keunikan kawasan sebagai destinasi healing yang autentik dan mampu memperkaya pengalaman spiritual dan emosional para wisatawan terutama pelancong internasional.

Infrastruktur Pariwisata dan MICE

Sebagai kawasan pariwisata terpadu, KEK Sanur dilengkapi dengan infrastruktur pendukung untuk akomodasi dan kegiatan berskala besar yaitu  hotel The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel The Heritage Collection. Keduanya telah menjalani renovasi besar besaran untuk melayani kebutuhan wisata medis maupun pelancong umum. Sementara itu, kehadiran Bali Beach Convention Center, aula multifungsi seluas 3.750 meter persegi berkapasitas hingga 5.000 orang, dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan MICE, pelatihan professional yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan nasional dan bahkan forum internasional.

Kawasan seluas 42 hektar ini menjadi tonggak penting bagi transformasi industri pariwisata Indonesia menuju sektor yang berdaya saing global. Dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp10 Triliun dan proyeksi serapan tenaga kerja hingga 43.000 orang, KEK Sanur tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur tetapi juga komitmen jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dunia dan tentu saja mendatangkan devisa bagi pendapatan negara. ***