Efek MotoGP Mandalika, UMKM Lokal Meraih Untung Besar

Foto: google (www.suarapemerintah.id)

Sejak digelar pertama kali pada tahun 2022 silam, perlombaan balap motor MotoGP di Sirkuit Jalan Raya Mandalika, Lombok Tengah telah mencatatkan berbagai keberhasilan. Salah satu keberhasilan pelaksanaan iven internasional itu adalah bertumbuh kembangnya UMKM lokal di kawasan yang menjadi sektor wisata dan olahraga unggulan tersebut. 

Salah seorang pelaku bisnis UMKM Lokal di Mandalika, Syahdan pemilik usaha yang menjual Sandwich dan Burger di Kawasan Bazaar Mandalika mengakui sejak diaktifkannya pusat kuliner di area sirkuit Mandalika, ia telah berhasil menjual dagangannya dengan hasil yang signifikan. 

“Di hari biasa, bisa menghabiskan 200 sampai 300 paket, tapi kalau musim balapan apalagi ajang MotoGP bisa laku sampai 700-1000 paket karena banyak pengunjung yang datang ke Bazaar Mandalika untuk makan malam dan berkumpul,” ujarnya. 

Selain Syahdan, ada juga Adhamsyah, pemilik Circuit Sport Bar, Grill & Resto yang mengatakan, rumah makannya terletak di lokasi yang berdekatan dengan sirkuit selalu dipadati puluhan wisatawan seiring digelarnya ajang balap motor Pertamina Grand Prix of Indonesia tersebut. Biasanya, para wisatawan itu ingin menikmati makanan dan minuman di sela-sela aktivitas mereka di area sirkuit.

”Kalau sudah menjelang ajang MotoGP Indonesia, teman-teman turis mulai berdatangan, kumpul di sini. Mereka yang nanti ingin menonton di sirkuit juga meeting point-nya di sini,” ungkap Adhamsyah. 

Harus diakui, sejak Sirkuit Mandalika dibangun dan mulai beroperasi sejak 2021 silam. angka kunjungan wisatawan asing ke Lombok Tengah mengalami peningkatan. Dari sisi ini, penyelenggaraan MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran ribuan orang meningkatkan omzet bisnis dan pendapatan mereka.

Sejak ada MotoGP, pendapatan restoran meningkat hingga 80 persen. Masyarakat penggiat UMKM Lokal mengapresiasi langkah pemerintah yang menghadirkan pagelaran level dunia tersebut dan berharap dapat dilanjutkan dan ditingkatkan. 

“Buat kami di sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ajang internasional seperti ini sangat dibutuhkan. Maka itu, Pertamina sangat luar biasa bisa membawa gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia ke Pulau Lombok,” tutur Adhamsyah.

Di Bazaar Mandalika, terdapat ratusan kios UMKM yang menjual berbagai kuliner dan souvenir khas lokal. Selain Adhamsyah dan Syahdan, pengusaha souvenir Sayuk Wibawati juga mengakui dampak langsung keberaan Sirkuit Mandalika tersebut. 

Sayuk Wibawati yang mengelola UMKM oleh-oleh khas Lombok, menceritakan dampak positif dari pembangunan KEK Mandalika. Usahanya yang memproduksi manik manik dan souvenir serta kue kering berbahan biji-bijian khas Lombok ini mengalami peningkatan pendapatan dan produknya dikenal luas di dalam maupun luar negeri. Padahal, sebelum KEK Mandalika dibangun, usahanya sempat terpuruk akibat gempa bumi 2018 dan pandemi COVID-19. 

Titik balik terjadi saat WSBK dan MotoGP pertama kali digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit. “Saat MotoGP, omzet mencapai lima ratus juta rupiah selama event itu digelar. Nah sejak saat itu usaha saya terus meningkat dan produk kami semakin dikenal sebagai oleh-oleh khas Lombok,” ungkap Sayuk. 

Baik pedagang makanan dan souvenir mengatakan bahwa manfaat gelaran internasional itu sangat dirasakan dan membawa keuntungan. 

”Biasanya, kami mendapatkan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per hari, tetapi hari H-3 menjelang gelaran balap, omzet usaha kami bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per hari hingga hari H+3. Luar biasa memang dampak yang ditimbulkan oleh MotoGP Indonesia,” ucap Ria salah seorang pedagang souvenir di Desa Kuta Mandalika. 

Post Comment