Pak Trump dan Kebiasaan “Ba uru uru” di Medsosnya

Presiden Amerika Serikat ke 45 dan 47 ini memang agak gimanaa gitu. Sejak menjabat tahun 2017 hingga 2021 lalu dan kembali ke tampuk kepemimpinan di US setelah sempat ditelikung oleh kompetitornya dari Partai Demokrat tahun 2025, Trump tidak pernah sepi dari pemberitaan. Tercatat puluhan bahkan diperkirakan hingga ratusan berita media internasional yang memberitakan kontroversi pria berambut pirang satu ini.

Ia adalah Presiden USA pertama yang melakukan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara baik di zona non militer/konflik (Demilitarized Zone) maupun di Sentosa Island Singapura pada tahun 2018 silam. Trump tidak berhenti membuat gebrakan. Pada saat “sempat diusir rakyat AS dari Ruang Oval” tahun 2022, Ia ditangkap aparat keamanan federal dengan berbagai tuduhan termasuk sangkaan keterlibatan dalam kasus suap. Namun dasar Trump, dia balik menuding bahwa berbagai aksi itu dilakukan untuk menjegal agar Ia kembali berlaga di Pilpres.

Trump juga dikenal sebagai Presiden AS yang getol bermain sosial media. Ia aktif memposting pendapatnya melalui akun twitter pribadinya @realDonaldTrump. Bahkan otoritas Twitter yang kini menjadi “X” sempat membekukan sementara akun Twitter Trump dengan alasan “Tidak Etis”.

Kini, Trump tidak lagi menggunakan “X” untuk menyampaikan pendapat kontroversialnya. Entah karena pecah kongsi dengan Elon Musk (Penguasa baru “X”) atau lainnya, Trump aktif menggunakan TheTruthSocial. TheTruthSocial sendiri merupakan platform sosial media baru selain Thread dan lainnya. Melalui akun socmednya inilah Trump meracau ndak karu karuan. Ia menyerang Presiden Perancis Emmanuel Macron, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Saya berharap seseorang di Gedung Putih bisa menasehati Trump untuk tidak lagi “ba uru uru” di sosial media. Sebab akan lebih baik dia menyelesaikan konflik antara negaranya dengan Iran dan melanjutkan gencatan senjata selama dua pekan dengan menggelar dialog yang positif bersama Iran yang dicomblangi oleh Pakistan daripada sibuk “mararau” di sosial media.

Saya jadi teringat dengan lagu El Pamas yang judulnya Pak Tua. Pak Trump sudah terlalu lelah mengurus dunia yang bising ini. Alih alih menenangkan dan bijak, eh dia malah yang menjadi sumber masalahnya. Mati Den…



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *