Ahmad Albar; Pendiri God Bless yang Tersisa

Ahmad Albar; Pendiri God Bless yang Tersisa

Sejarah music rock di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari nama nama seperti Ian Antono, Soman Lubis, Arthur Kaunang, Ucok Harahap, Ian Antono, Teddy Sudjawa, Benny Soebardja dan bahkan sang legenda promotor nyentrik Ong Oen Log yang kemudian kita kenal dengan nama besar Log Zhelebour.

Akan tetapi, nama besar mereka bahkan sampai ke generasi Nicky Astria, Ikang Fawzi dan Anggun C Sasmi tidak akan berarti apa apa tanpa ditunjang oleh salah satu legenda yang kemarin baru saja menghembuskan nafas terakhir yaitu Gideon Onda Patta Gagola (Donny Fattah).

Bersama Ludwig Lemans dan Ahmad Albar yang baru “mudik” dari Belanda di awal tahun 70-an, Donny membentuk Crazy Wheels yang menjadi cikal bakal band rock terkenal dan menjadi legenda hidup sampai saat ini – God Bless.

Persahabaan Ian Antono, Ahmad Albar dan Donny teruji dan tercatat dalam lembar demi lembar sejarah music rock Indonesia besama God Bless. Berbeda dengan Ian yang sempat vakum dari God Bless, Donny dan Iyek (panggilan Ahmad Albar) adalah dua penjaga sejarah group tersebut. Keduanya tidak pernah sekalipun meninggalkan “berkah Tuhan” tersebut, meski di awal awal berdirinya sudah ditinggal oleh Fuad Hasan dan Soman Lubis yang tewas akibat kecelakaan bermotor dan kepergian Ludwig Lemans yang kembali ke Belanda bahkan Jockie yang sempat keluar masuk mengisi pos pemain Keyboard.

Donny, Ahmad Albar dan Ian Antono adalah nyawa God Bless. Kini dengan kepergian Donny akibat komplikasi penyakit, God Bless asli tersisa hanya Ahmad Albar dan tentu saja Sang Maestro Ian Antono. Memang sejak lama posisi Donny di pos pemain Bass sudah diisi oleh Arya Setyadi.

Lagu Musisi; Musik yang melampaui Zaman

Donny Fattah bukan tidak lagi naik panggung karena menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit yang dialaminya sejak beberapa tahun terakhir. Ia sesekali masih tampil bersama God Bless. Terakhir saat Konser 50 Tahun God Bless, Donny sempat tampil ke atas panggung guna mengisi part bass pada lagu Musisi yang terkenal.

Lagu Musisi sendiri menjadi lagu terbaik sepanjang sejarah musik rock Indonesia, dan Donny Fattah menjadi pembuka pada lagu itu dengan mengisi part pertama. Bagi generasi Rock 80 dan 90-an, tentu hapal betul dengan bunyi suara bass Donny dipart awal.

Dua teman baik saya, Al Mukaroom Ustad Sintaa Oskar dan Danny Achtar menngungkapkan ketakjubannya atas lagu tersebut. Bayangkan, di tahun 80-an, musisi Indonesia sudah mampu membuat lagu sekeren itu, padahal saat itu, teknologi musik belum semaju saat ini.

Kemarin, Donny Fattah berpulang ke pangkuan Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Saya memutar Kembali lagu Musisi dan tentu saja lagu wajib “Huma Di atas Bukit”. Saya penggemar God Bless, saya berduka. Selamat jalan Om Donny, teruslah ke Surga. God Bless You.***